Church71frank's website

Our website

04
Ja
Kumpulan Cara Pengambilan Sample
04.01.2017 10:41


Panduan Laporan Pertimbangan - Di dalam tutorial sebelumnya telah dibahas mengenai warga dan spesimen penelitian dan konsep statistik inferensial yang mendasarinya, Rakyat dan contoh adalah bagian metodologi statistika yang setia dengan generalisasi hasil penjelasan. Cara-cara pengambilan sampel tersebut disebut dengan teknik sampling. Dengan demikian teknik sampling adalah sistem atau ragam untuk memilih dan mengambil unsur-unsur atau anggota-anggota mulai populasi untuk digunakan sebagai sampel berdasar pada representatif.

Sistem sampling banyak menggunakan sintesis probabilitas dengan demikian berdasarkan tekniknya dikategorikan jadi dua dikenal probability sampling dan non-probability sampling.

PROBABILITY SAMPLING

Probability sampling ialah teknik sampling dimana di setiap anggota rakyat memiliki kesempatan sama dipilih menjadi sampel. Dengan istilah lain, semua anggota tunggal mulai populasi memiliki peluang bukan nol.

Trik ini melibatkan pengambilan arbitrer (dikocok) atas suatu komunitas. Ada berjenis-jenis metode probability sampling secara turunan serta variasi masing-masing, namun paling populer guna berikut:
Sampling Acak Sedang (Simple Random Sampling)

Random sampling merupakan metode paling dekat secara definisi probability sampling. Pengambilan sampel daripada populiasi berdasar pada acak berdasarkan frekuensi probabilitas semua elemen populasi.

Sampling Acak Terpadu (Systematic Sewenang-wenang Sampling)

Pengambilan sampel melibatkan aturan komunitas dalam rangkaian sistematika unik. Probabilitas pengambilan sampel gak sama tersungkap dari timbangan frekuensi setiap anggota masyarakat.

Sampling Stratifikasi (Stratified Sampling)

Populasi dibagi ke dalam kelompok taraf dan lalu mengambil ilustrasi dari tiap kelompok tergantung kriteria yang ditetapkan. Contohnya, populasi dibagi ke di dalam anak-anak & orang tua kemudian memilih masing-masing wakil dari keduanya.

Sampling Rumpun (Cluster Sampling)

Rakyat dibagi ke dalam famili kewilayahan kemudian memilih utusan tiap-tiap group. Misalnya, warga adalah Jawa Tengah kemudian sampel diambil dari tiap-tiap kabupaten. Mampu juga batas-batas gunung, pulau dan sebagainya.

Sampling Bertahap (Multistage Sampling)
Pengambilan sampel mempergunakan lebih dari satu teknik probability sampling. Misalnya, mempergunakan metode stratified sampling saat tahap mula-mula kemudian patokan simple random sampling di tahap ke-2 dan seterusnya sampai mencecah sampel yang diinginkan.

Probabilitas Proporsional Ukuran Sampling (Probability Proportional to Size Sampling)

Probabilitas pengambilan sampel sebanding dengan standar sampling jika sampel dipilih secara harmonis dengan tolok ukur total rakyat. Ini adalah bentuk multistage sampling di tahap perdana dan lantas random sampling di stadium kedua, tapi jumlah spesimen sebanding dengan ukuran rakyat.

teknik sampling untuk penelitian kualitatif NON-PROBABILITY SAMPLING

Teknik non-probability sampling jika setiap elemen populasi mempunyai peluang nol. Artinya, pengambilan sampel berdasar kriteria khusus seperti judgment, status, ponten, kesukarelaan dan sebagainya.

Ada bermacam-macam metode non-probability sampling secara turunan & variasinya, tetapi paling ternama sebagai berikut:
Sampling Kuota (Quota Sampling)

Mirip stratified sampling ialah berdasarkan perbandingan ciri-ciri tertentu untuk meninggalkan bias. Contohnya, jumlah sampel laki-laki 50 orang jadi sampel perempuan juga 50 orang.

Sampling Kebetulan (Accidental Sampling)

Pengambilan sampel berdasar pada syuhada bahwa itu kebetulan tampak. Misalnya, komunitas adalah setiap pegguna jalan tol, maka pengamat mengambil spesimen dari orang2 yang bertepatan melintas pada jalan ini pada waktu pengamatan.

Sampling Purposive (Purposive or Judgemental Sampling)

Pengambilan spesimen berdasarkan seleksi khusus. Pengamat membuat limitasi tertentu siapa yang jadi sebagai punca. Misalnya, Dikau meneliti kriminalitas di Kota Semarang, maka Anda memungut informan adalah Kapolresta Semarang, seorang pengatur kriminal dan seorang makanan kriminal.

Sampling Sukarela (Voluntary Sampling)

Pengambilan sampel berdasar pada kerelaan untuk berpartisipasi dalam penelitian. Modus operandi ini paling umum dikenakan dalam jajak pendapat.

Sampling Snowball (Snowball Sampling)

Pengambilan spesimen berdasarkan penelusuran sampel sebelumnya. Misalnya, penjelasan tentang trik bahwa sumber informan perdana mengarah terhadap informan kedua lalu punca ke tiga dan seterusnya.

Comments


Free homepage created with Beep.com website builder
 
The responsible person for the content of this web site is solely
the webmaster of this website, approachable via this form!